Terapi Latihan Mendukung Optimalisasi Kondisi Fisik Penderita Sindrom Obstruksi Paska Tuberkulosis : Case Report Di Rs Khusus Paru Respira Bantul

  • Farid Rahman Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Nunik Pramesti Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ardianto Kurniawan Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Ilham Setya Budi Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Siti Khadijah Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Yulis Susanti Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka
Keywords: SOPT, Breathing Exercise, Terapi Latihan, Derajat Sesak, Aktivitas fungsional

Abstract

ABSTRAK
Latar Belakang : Sindrom Obstruksi Paska Tuberkulosis merupakan suatu gejala sisa yang
berupa gangguan faal paru dengan kelainan obstruksif yang memiliki gambaran klinis mirip
dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Tujuan : Untuk mengetahui efektivitas terapi
latihan untuk mendukung kondisi pasien SOPT. Hasil : Setelah dilakukan terapi sebanyak 6 kali
didapatkan hasil penilaian sesak napas T0: 3 menjadi T6: 1, peningkatan ekspansi sangkar toraks
pada axilla T0: 3 cm menjadi T6: 4 cm, pada ICS 4 T0: 2 cm menjadi T6: 3 cm, pada proccesus
xyphoideus T0: 2 cm menjadi T6: 3 cm dan peningkatan toleransi aktivitas T0: 18 menjadi T6:
15. Kesimpulan : Terapi latihan mendukung optimalisasi kondisi fisik penderita sindrom
obstruksi paska tuberkulosis.

 

ABSTRACT
Background : Obstruction syndrome post tuberculosis is a residual symptom in the form of lung
physiology disorder with obstructive disorder that have similar clinical picture of Chronic
Obstructive Pulmonary Disease (COPD) Objective : To determine efectivity of exercise therapy
to improve physical condition of person who afffected by Obstruction syndrome post tuberculosis
Results : After 6 times of therapy the results of the assessment of shortness of breath T0: 3 to T6:
3, increased thoracic expansion in axilla T0: 3 cm to T6: 4 cm, in ICS4 T0: 2 cm to T6: 3 cm, in
proccessus xyphoideus T0: 2 cm to T6: 3 cm and increased activity tolerance T0: 18 to T6: 15
Conclusion : Exercise therapy can improve physical condition for person affected by Obstruction
syndrome post tuberculosis

 

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Farid Rahman, Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lecture of Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Nunik Pramesti, Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lecture of Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Ardianto Kurniawan, Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lecture of Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Ilham Setya Budi, Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lecture of Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Siti Khadijah, Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta

Lecture of Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah
Surakarta

Yulis Susanti, Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Lecture of Program Studi S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat, Program Pasca Sarjana, Universitas
Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Published
2019-01-07
How to Cite
Rahman, F., Pramesti, N., Kurniawan, A., Budi, I., Khadijah, S., & Susanti, Y. (2019). Terapi Latihan Mendukung Optimalisasi Kondisi Fisik Penderita Sindrom Obstruksi Paska Tuberkulosis : Case Report Di Rs Khusus Paru Respira Bantul. Jurnal Fisioterapi Dan Rehabilitasi, 3(1), 1-11. https://doi.org/https://doi.org/10.33660/jfrwhs.v3i1.29
##“article.abstract”## viewed = 1283 times
PDF downloaded = 1952 times